Baca Pleidoi, Karen Pamer Capaian Kerja di Pertamina dan Minta Bebas

Jakarta –
Mantan Direktur Utama PT Pertamina, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan meminta majelis hakim membebaskannya dari tuntutan jaksa penuntut umum. Hal itu diungkapkan Karen saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tipikor Jakarta.Pada awal pleidoinya, Karen menceritakan perjalanan karirnya di Pertamina. Dia mengaku diangkat menjadi Dirut Pertamina pada 5 Februari 2009.Karena juga menjabarkan capaian kerjanya selama memimpin Pertamina. Salah satu capaian yang dipamerkan Karen yakni pendapatan Pertamina sebesar USD 13,2 miliar.

“Dengan segala kerendahan hati, saya mohon yang mulia berkenan membandingkan prestasi saya tersebut. Tentunya telah memberikan kontribusi yang sangat positif untuk negeri dan bangsa ini, dan sapat dijadikan pertimbangan yang mulia dalam membuat putusan untuk kasus ini,” ujar Karen saat membaca pleidoi di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (29/5/2019).Berikut capaian kerja yang disebutnya Karena dalam pleidoi:1. Pajak yang disetor: Rp 309,19 triliun2. Dividen yang disetor: Rp 45,02 triliun3. Total pendapatan: USD 367,1 miliar4. Total keuntungan bersih: USD 13,2 miliar5. Penambahan nilai aset2008: USD 26,7 miliar ( Rp 267 triliun)2014: USD 50,7 miliar ( Rp 507 triliun)6. Masuk peringjat 122 dan 123 dalam Fortune Global 500 Company (2012 dan 2013)7. Pencapaian tingkat GCG: 2009 (83,56%), 2014 (94%)8. Tercatat di dunia sebagai CEO Pertama Wanita di Perusahaan Migas dan masuk Rekor Muri9. Asia 50 most powerfull business women versi Forbes 2012.Atas dasar itu, Karen berharap hakim bisa menolak tuntutan jaksa dan menyatakan dakwaan jaksa tidak terbukti. Dia juga meminta majelis hakim memberikan vonis bebas.”Maka dengan alasan ini saya mohon majelis hakim menolak tuntutan jaksa dengan mebyatakan bahwa tuntutan tersebut bukan untuk keadilan, melainkan untuk penghukuman sehibgga dakwaan jaksa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan,” ucapnya.”Saya mohon sekali lagi kepada yang mulia majelis hakim persidangan ini agar berkenan membebaskan saya, Karen Agustiawan dari semua tuntutan jaksa,” imbuhnya.Sebelumnya, Karen dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Karen diyakini bersalah melakukan korupsi dalam investasi blok Basker Manta Gummy (BMG).Perbuatan Karen tersebut dilakukan bersama-sama dengan eks Direktur Keuangan Pertamina Ferederick S.T Siahaan, eks Manager Merger dan Akuisisi Pertamina Bayu Kristanto serta Legal Consul dan Compliance Pertamina, Genades Panjaitan. Karena itu, Karen diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
(zap/zak)

Share ke Sosmed

Beri Komentarmu

Cari Lowongan Kerja

Lowongan kerja

jual beli online

jodoh online
Disclaimer : Kami tidak bertanggung jawab terhadap keseluruhan materi iklan yang tampil di situs ini. Seluruh materi iklan yang terdapat pada situs ini menjadi tanggung jawab masing-masing pemasang iklan.