Data Tenaga Kerja AS Turun, Kok Wallstreet Malah Menguat?

Jakarta, sebagai Indonesia – Pasar saham Amerika Serikat dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini setelah data tenaga kerja yang dipublikasikan pemerintah menunjukkan penurunan signifikan.Bukannya membuat pelaku pasar saham bereaksi negatif, penurunan data tenaga kerja yang memburuk tersebut membuat investor berekspektasi bahwa bank sentral AS yaitu The Fed akan segera menurunkan suku bunga acuannya. 
Tiga indeks utama Wallstreet, pusat kegiatan pasar modal di AS, kompak naik yaitu Dow Jones Industrial Average, Nasdaq Composite, dan S&P 500 yang masing-masing terapresiasi 0,63%, 0,77%, dan 0,73%, berdasarkan data sebagai.com dan Refinitiv. Data polling dari CME Group menunjukkan ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga The Fed yaitu The Fed Fund Rate, naik menjadi 22,5% dari probabilitas kemarin 16,7% dan dari probabilitas pekan lalu 20%. Probabilitas itu memprediksi penurunan suku bunga The Fed tersebut menjadi 2%-2,25% dari posisi suku bunga yang berlaku sekarang 2,25%-2,5%. Suku bunga acuan AS berada dalam rentang, bukan angka pasti seperti suku bunga yang berlaku di Indonesia yaitu BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR) yang saat ini berada pada 6%. 
Faktor lain yang memengaruhi apresiasi Wallstreet adalah intensi pemerintah AS untuk menambah waktu China untuk menghindari perang dagang yang semakin memanas.   TIM RISET sebagai INDONESIA (irv/irv)

Share ke Sosmed

Beri Komentarmu

Cari Lowongan Kerja

Lowongan kerja

jual beli online

jodoh online