Menaker: Sertifikasi tenaga kerja jadi tolok ukur industri

Sertifikasi penting, saat ini adalah era di mana sertifikasi kompetensi menjadi satu tolok ukur industri di berbagai perusahaan, salah satunya di sektor teknologi informasiSolo (sebagai) – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan sertifikasi tenaga kerja menjadi salah satu tolok ukur di dunia industri agar bisa bersaing di pasar global.”Sertifikasi penting, saat ini adalah era di mana sertifikasi kompetensi menjadi satu tolok ukur industri di berbagai perusahaan, salah satunya di sektor teknologi informasi,” katanya di Solo, Rabu.Dengan adanya sertifikasi, standar kualitas tenaga kerja sama sebagai di dalam dengan di luar negeri. Artinya, pencari kerja tidak kesulitan ketika mencari pekerjaan di negara lain.”Ada dua yang menjadi perhatian, yaitu akses dan mutu dari pelatihan serta akses dan mutu dari sertifikasi. Kita genjot agar pelatihan berkualitas dan dapat sertifikasi berkualitas,” katanya.Ia mengatakan ada tiga tempat yang menjadi tempat untuk memfasilitasi program sertifikasi tersebut, yaitu Balai Latihan Kerja, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Politeknik.”Tiga ini yang digenjot pemerintah untuk mengisi enam sektor utama, di antaranya pariwisata, industri manufaktur, termasuk ekonomi digital,” katanya.Selain itu, pihaknya juga mendorong peningkatan kualitas SDM melalui program kartu prakerja. Menurut dia, dalam skema kartu prakerja ada tiga program yang diusung atau disebut dengan “tripple skilling” yaitu “skilling”, “upskilling”, dan “reskilling”.”Yang ‘skilling’ itu dari dia (angkatan kerja, red) tidak punya ‘skill’ (keahlian, red) kami beri program ‘skilling’ agar memiliki keahlian, bagi mereka yang sudah punya skill tapi ingin meningkatkan kemampuannya ada program ‘upskilling’,” katanya.Selanjutnya, dikatakannya, untuk angkatan kerja yang sudah memiliki “skill” tetapi ingin mengubah keahliannya karena kepentingan perusahaan ada program “reskilling”.”Biasanya ini untuk korban PHK (pemutusan hubungan kerja, red),” katanya.Baca juga: Menaker akan evaluasi sertifikasi TKIBaca juga: Indonesia perlu kerjasama institusi sertifikasi internasional¬†

Pemerintah targetkan 212 ribu tenaga konstruksi bersertifikasi

Pewarta: Aris WasitaEditor: Ahmad BuchoriCOPYRIGHT © sebagai 2019

Share ke Sosmed

Beri Komentarmu

Cari Lowongan Kerja

Lowongan kerja

jual beli online

jodoh online
Disclaimer : Kami tidak bertanggung jawab terhadap keseluruhan materi iklan yang tampil di situs ini. Seluruh materi iklan yang terdapat pada situs ini menjadi tanggung jawab masing-masing pemasang iklan.